Langit Biru
"Belum bisa." "Kenapa aku masih belum bisa." Pikiran itu kembali muncul. Pikiran yang telah memenuhi kepala selama bertahun-tahun pelarian ini kembali menghampiriku. Saat aku mandi, saat aku tidur. Saat aku mengikat tali sepatu, saat aku membuang plastik sampah, saat melepas baju, saat menunggu antrean, saat mengunyah makananku. Tiap kali aku melakukan sesuatu yang tidak memerlukan daya akalku, pikiran itu kembali muncul. Di tengah ranjang mempersiapkan diri untuk tidur di malam sebelum masa SMA-ku dimulai, aku memutuskan kembali mengacak kubik yang kuambil di atas meja belajar. Berusaha mengaburkan bayangan gadis kecil yang kuambil masa depannya 3 tahun lalu. - - - - - - - - - "Akhirnya pindah juga," pikirku sembari menurunkan beberapa mainan milikku dari truk sembari mencoba bersiul sebisanya, sebelum akhirnya menyenderkan badanku yang berkeringat ke dinding dekat meja penuh minuman dingin. "Kita pindah ke sini karena kamu, ya, jadi bantu sampai se...






