Chainsaw Man: Manga dengan Alur Super Gila

 



Jika membicarakan manga-manga hit dari Shonen Jump, tentu tidak akan ada habisnya. Mulai dari Dragon Ball, One Piece, Naruto, hingga yang terbaru yaitu Kimetsu no Yaiba; menunjukkan bahwa majalah mingguan dari Jepang ini selalu sukses memunculkan penerus hebat di tiap generasinya. Hingga munculah Chainsaw Man dengan warna api obornya yang berbeda.

Manga karya Tatsuki Fujimoto yang terbit pada edisi pertama Shonen Jump tahun 2019 ini berpusat pada anak laki-laki miskin bernama Denji yang hidup bersama anjing iblis kecilnya, Pochita, dengan memikul utang besar mendiang ayahnya dengan berburu iblis. Hingga suatu ketika dia dijebak oleh bosnya yang membuatnya terbunuh terpisah-pisah. Pochita yang melihat nasib tuannya itu lantas memberikan hidup dan menyatukan dirinya, yang membuat Denji menjadi menjadi seorang Chainsaw Man. Hingga akhirnya takdir mempertemukan dia dengan Makima yang membuatnya bergabung dengan Public Safety Devil Hunters.


Tatsuki Fujimoto dikenal pertama kali lewat serial debutnya berjudul Fire Punch, yang terbit pada JUMP+ karena kebrutalan dan keabsurdannya. Tidak berhenti setelah menamatkan manganya tersebut, Fujimoto kembali dan melakukan debut di Shonen Jump. Dengan ciri khasnya itulah, ia berusaha mendobrak kultur manga shonen (anak remaja lelaki) pada umumnya. Alih-alih memperjuangkan mimpi dan menggobarkan semangat tanpa henti, Fujimoto membawa alur yang lebih dewasa ke dalam ceritanya. Bila biasanya dipenuhi keringat dan teriakkan untuk bangkit, manga ini lebih melontarkan darah dan gairah sensual. Fujimoto berhasil memberikan nuansa baru di tengah kebosanan ini!
Lebih dari itu, ada beberapa unsur lain yang saya suka dari Chainsaw Man:

Perkembangan Cerita dan Plot-Twist yang Menarik Tiap Chapternya
Dalam latar Chainsaw Man, dunia diceritakan sudah diisi oleh banyak iblis. Untuk itulah, demi menciptakan tempat yang aman ditinggali, seluruh negara membentuk suatu perserikatan pembasmi iblis yang diberi nama Public Safety Devil Hunters. Cerita ini nantinya akan berpusat pada misi Divisi Tokyo dalam mencari Gun Devil, Iblis yang menghancurkan Jepang dengan membunuh hingga 57,912 orang dalam 26 detik.


Dari masalah utama itulah cerita mulai berkembang. Langkah demi langkah, Denji yang masuk ke Hayakawa Squad, mulai menjalankan misinya dalam membunuh tiap iblis. Hal itu jugalah yang akan menuntun mereka dalam menemukan keberadaan Gun Devil. Dengan mengumpulkan pecahan-pecahan yang ia tinggalkan yang terpencar dalam tubuh para iblis tersebut, tirai yang mengerikan ini akan terbuka perlahan.


No offense, tapi menurut saya kurang menarik rasanya jika tidak diselipkan plot-twist yang mengguncang pada jalannya cerita. Chainsaw Man mampu menyelipkan unsur ini dengan baik di rangkaian ceritanya. Di tiap chapter, selalu ada informasi baru yang ditampilkan, dan diantaranya sangat mengejutkan! Misteri lama tertutup dan misteri yang baru terbuka. Membaca manga ini chapter demi chapter tiap minggunya membuat rasa penasaran kian terpompa. Rasanya tidak ada chapter yang sia-sia, semuanya terasa berisi dan matang!

Karakter-Karakter yang Unik dan Loveable
(insert text here)

Komedi dan Drama yang Seimbang Takarannya
Setiap jalannya adegan dan sifat masing-masing karakter tentu akan menciptakan guyonan dan drama yang memberi rasa pada cerita, namun sayangnya banyak serial yang gagal dalam mengeksekusi elemen itu hingga membuat pembaca kehilangan seleranya. Tetapi Chainsaw Man berhasil meramunya dengan menyesuaikan tema yang dia usung. Seperti yang saya jelaskan dalam poin sebelumnya, tiap karakter di manga ini berbeda dari biasanya, dan hal itulah yang membuat humor di dalamnya sedikit melenceng pada umumnya. Di Chainsaw Man, adegan tidak senonoh, terlalu ekstrim, dan absurd mampu dijadikan lemparan lelucon untuk pembaca, dan semua itu dapat dengan mudah dicerna bahkan hingga terlalu puas sampai tertawa terbahak-bahak. Wanita iblis yang membicarakan medali Nobel, pria berkepala gergaji yang menunggangi hiu berkaki ala Napoleon, semua normal di sini!


Tak terkecuali drama yang dihadirkan, eksekusi dan unsur dramatik dalam adegannya mampu dipoles rapih oleh Fujimoto. Semua adegan dramatis terasa mengena sekali dan menusuk di hati. Ada satu adegan di mana karakter favorit saya di manga ini tewas terbunuh dalam menjalankan misinya. Akibat pembangunan karakter yang baik dan flashback yang ditampilkan, Fujimoto berhasil membuat saya menangis sesenggukan. Saya bahkan masih mengingat hari itu, mungkin itu menjadi salah satu hari yang akan selalu saya ingat seterusnya. Darn you, Fujimoto!

Artwork dan Panelling yang Indah
Jujur, salah satu alasan paling besar saya menyukai manga ini yaitu gaya menggambar Fujimoto yang simpel dan artistik. Panel yang dibuat oleh Fujimoto terasa menggerakan tiap adegan yang ditampilkan. Layaknya menonton film box office, rasanya semua momen di sana terasa fluid dan nyaman untuk diikuti. Tak hanya itu, adegan action tiap pertarungan dieksekusi dengan sangat brilian! Rasanya selalu ingin teriak saat melihat scene-scene keren yang disajikan, seperti "SIAL, INI BENAR-BENAR MENAKJUBKAN!!!". Saya tidak membual, Fujimoto benar-benar berbakat di bidang tersebut. Hal itulah yang membuat saya ingin mengoleksi semua manganya!

(insert image here)

Desain Devil, Fiend, dan Devil Hybird di manga ini juga merupakan salah satu major point. Banyak pembaca lain kagum dengan tampilan-tampilan iblis di sana. Rasanya iblis-iblis itu terasa nyata, mencekam, sekaligus keren untuk dilihat. Lagi-lagi Fujimoto membuat saya hormat kepadanya. Dia benar-benar mangaka (komikus) yang pantas diidolakan.


Penutup, (insert text here)

Baca chapter awal dan terbaru Chainsaw Man secara legal, via MANGA Plus!


Official PV
untuk promosi manga Chainsaw Man volume ke-5 oleh Shonen Jump: 


Outstanding Fanmade Video oleh salah seorang penggemar Chainsaw Man dari Jepang:

Comments

Popular Posts